<a href=http://zawa.blogsome.com>Zawa Clocks</a>

Join The Community

Premium WordPress Themes

Kamis, 02 Desember 2010

Hipnotis Uya Kuya “Bohongan gak sih???”



            Postingan kali ini saya lagi pusing nih mau nulis apa, tapi kayaknya lebih asyik membahas mengenai Reality show. Reality show  yang telah menjamur di berbagai stasiun televisi di Indonesia memang berkembang pesat. Salah satunya adalah”Uya Emang Kuya” Hipnotis dan sulap yang sering dimainkan oleh Uya Kuya memang terkesan mamppu menghibur masyarakat Indonesia, akan tetapi apakah semua yang sulap dan hipnotis yang dilakukan uya kuya itu benar????.

         

   Kalau membahas lebih jauh tantang sulap kayaknya kurang menarik karena sulap telah kita ketahui memiliki banyak trik dan hanya mengandalkan kecepatan tangan saja untuk mengelabui para penikmatnya, nah membahas masalah hipnotis yang dilakukan oleh si uya akan lebiih asyik . Seperti yang sering kita lihat pada saat hipnotis uya kuya lebih sering mengajak orang yang bersedia untuk dihipnotis agar mengeluarkan “uneg- unegnya”. Akan tetapi apakah itu tidak membuat orang yang terhipnotis oleh si uya menjadi malu di hadapan orang banyak bahkan mungkin se-Indonesia yang menyaksikan tayangannya. 


Pada saat dihipnotis oleh uya bisa saja orang tersebut menceritakan aibnya sendiri, seperti  salah satu episode dimana si Uya  sedang menghipnosis lelaki paruh baya yang sedang berada  di suatu Food Court mall, dalam interview hipnosis tersebut, maka terkuaklah rahasia si lelaki itu, salah satunya dia telah memiliki istri lebih dari satu, dan dengan lantang dia menceritakan aibnya sendiri di depan puluhan orang yang sedang menontonnya, apakah dia tidak malu? Apakah aksi hipnosis itu nyata atau rekayasa?

Tentu saya tidak bisa mengatakan kalo aksi hipnosis si Uya   adalah bohong, karena kapasitas dia di acara tersebut adalah sebagai entertainer, apakah anda akan mengatakan seorang artis  sebagai pembohong saat mereka berakting  dalam suatu sinetron?
Baiklah, saya akan jelaskan ciri-ciri atau indikator bila orang  terkena hipnosis 

1.      Terfokus, nyaman, gerakan tubuh minim.
Orang yang dihipnosis terlihat berada dalam kondisi yang begitu  rileks,  sekalipun  perhatiannya  terfokus  pada  sebuah  titik  yang  sudah  disepakati ataupun suara sang hipnotis. Bola mata tidak bergerak sebebas biasanya, seolah-olah terkunci dan  terlihat  kering.  Ukuran  pupil  subyek,  yakni  bagian  hitam  di  tengah  bola  matanya, cenderung berubah membesar seiring mereka rileks, masuk ke dalam trance. Sehingga sangat sulit bagi orang yang dalam kondisi trance dalam dapat menari, membetulkan roknya yang tersingkap, atau bergerak bebas.


2.      Kelopak mata berkedut, bergerak layu.
Ini dimulai dengan perubahan refleks kedipan mata, semakin melambat sampai akhirnya nyaris tidak berkedip sama sekali atau disebut mengalami proses katalepsi. Bila ini terjadi, arahkan klien untuk menutup matanya agar dapat merasa nyaman dan meluncur ke trance yang lebih dalam.

3.      Fitur  wajah  mengendur
 Kulit  dan  struktur  wajah  klien  akan  berubah  menjadi  lebih mengendur, simetris dan seimbang, seperti seseorang yang sedang tidur. Kadang  juga mengalami kedutan otomatis pada otot wajah mereka sebagai indikator tubuhnya sedang melakukan proses relaksasi.

4.      Lambat atau tidak bisa menjawab.
 Ini sangat umum terjadi bila klien berada pada tingkat trance yang dalam. Mulai dari membutuhkan waktu lama untuk merespon, sampai tidak bisa dikejutkan  oleh  suara-suara  yang  keras.  Satu  hal  lain  yang  terkait  adalah  klien  sering melakukan refleks menelan udara atau liur lebih banyak daripada biasanya. Jadi tidak mungkin orang orang tersebut bisa berbicara lantang bahkan teriak.

5.      Perubahan warna dan suhu badan menurun.
 Ini cukup halus, namun dapat dideteksi dengan baik. Ketika  masuk dalam trance, darah mengalir lebih bebas sehingga kulit terlihat  lebih  berwarna  atau  gelap,  terutama  di  bagian  tangan  dan  wajah.  Kadang kebalikannya terjadi, kulit menjadi lebih pucat karena darah melalui pembuluh itu terlalu cepat. Kedua respon ini normal dan dapat terjadi bergantian.

6.      Denyut  nadi  melambat.  
Hal  ini  dapat  diamati  tanpa  perlu  menyentuh  orang yang dihipnosis,  yakni
memperhatikan denyutan halus yang ada di sisi leher di bawah dagunya. Pada saat-saat
tertentu, denyut tersebut dapat sejenak meningkat kecepatannya yang melibatkan ketegangan, semangat, atau rasa takut., khususnya apabila orang tersebut
sedang mengalami imajinasi

Jadi silahakan anda menilai sendiri apakah hipnotis yang dilakukan oleh Uya Kuya adalah boongan maupun tidak.


0 komentar:

Posting Komentar